ooo.. ternyata ada juga ya yang gak suka ya kalo ditoyor kepalanya, padahal aku sering digituin,” tukas salah seorang anak

aku juga pernah nih, dapet pesan aneh dari orang yang gak ku kenal di media sosial, nyebelin banget,” ungkap anak lainnya.

Begitulah suasana dan tanggapan dari anak-anak SMP Katolik Kemasyarakatan Kalibawang, Kulon Progo. Anak-anak secara terbuka dan berani mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialami di lingkungan sekolah ataupun di rumah pada Focus Group Discussion (FGD) tentang Kekerasan Berbasis Gender di Sekolah. FGD yang dilakukan pada hari Kamis 2 Juni lalu menjadi oleh-oleh bagi upaya pencegahan dan perlindungan Kekerasan Berbasis Gender khususnya di Yogyakarta khususnya di Kabupaten Kulon Progo.

Pada tahun ini Gembala Baik Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo tengah melaksanakan progam Pendekatan Berbasis Hak dalam upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender. Program ini dilakukan di 2 sekolah di Kulon Progo. Salah satunya yaitu SMPK Kemasyarakatan Promasan, Kalibawang.

Agenda kegiatan diawali dengan melakukan studi kualitatif bersama anak-anak untuk menggali pengalaman tidak menyenangkan di sekolah dan di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan tujuan mendapatkan gambaran situasi terkini terkait dengan kekerasan dan kekerasan berbasis gender yang tengah terjadi. Hal ini akan ditindaklanjuti dengan strategi lanjutan dalam upaya menghentikan kekerasan di sekolah ataupun Menyusun strategi penanganan kasus yang lebih dekat dengan anak.

“Anak-anak menyampaikan bahwa, salami ini jika terjadi sesatu yang kurang menyenangkan, anak-anak tadi menyampaikan bahwa mereka memilih untuk diam saja, memendam semua sendiri, atau sesekali bercerita dengan teman sebayanya atau juga orang tuanya, namu kerap kali kejadian yang tidak menyenangkan ini masih terjadi lagi,” terang Pipit, tim pendamping dari Gembala Baik.

Menurut Pipit lagi, suara anak ini lah yang akan menjadi dasar untuk membuat system pencegahan dan  penanganan kasus kekerasan terhadap anak yang mudah dijangkau, bersahabat dan tepat bagi anak.

Kegiatan yang dilakukan secara partisipatif bersama Sr. Theresia Kurniawati, dan tim pendamping di Gembala Baik Yogyakarta.

× Bagaimana Kami dapat membantu Anda