Kerjasama Dalam Misi Karya

Kerjasama Dalam Misi Karya

Jogja, 1 April 2022, Gembala Baik Yogyakarta melakukan koordinasi bersama salah satu jejaring lembaga pendampingan psikologi Wiloka Workshop. Koordinasi yang dilakukan bersama Koordinator Karya Sosial Gembala Baik Jogja yaitu Suster Theresia Kurniawati, Program Manager dan Kordinator Pelaksana Program pendampingan komunitas Srikandi ini berdiskusi mengenai strategi pengembangan dan rencana tindaklanjut pendampingan Komunitas Srikandi, Crisis Center, Rumah Aman Kehamilan Tidak Direncanakan maupun Komunitas Rose Virginie.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Layanan Wiloka ini disambut oleh CEO Wiloka Workshop Lucia Peppy Novianti,Mpsi., Psikolog bersama psikolog rekanan Wiloka Vincent Edi, M.Psi, Psikolog. Pada pertemuan kali ini Gembala Baik dan Wiloka bersepakat untuk melanjutkan kerjasama penanganan kasus dan pendampingan perempuan dan anak yang mengalami kekerasan berbasis gender dengan pendekatan partisipatif dan pendekatan berbasis hak. Dalam diskusi kali ini pula pemberdayaan setiap pribadi dan integrasi nilai-nilai positif Gembala Baik akan menjadi arus utama dalam pendampingan.

“Kami sangat berharap dengan adanya pendampingan psikologis bagi korban dan penyintas seiring dengan aktifitas program pemberdayaan sesuai dengan minat dan kemampuan peserta program akan memberikan dampak positif bagi setiap pribadi”, ungkap Pipit Lina, Program Manager Karya Sosial Gembala Baik Jogja.

Kerjasama baik ini disambut baik oleh Wiloka Workshop sebagai bagian dari model pendampingan masyarakat untuk memberikan kontribusi positif bagi pendampingan psikologis. Demikian Gembala Baik mendapatkan cara profesional dan langkah tepat dalam pendampingan psikologis korban dan penyintas.

Merayakan Pesta Ibu Kongregasi Bersama Komunitas Dampingan

Merayakan Pesta Ibu Kongregasi Bersama Komunitas Dampingan

Bulan ini Gembala Baik Yogyakarta merayakan Pesta Paskah sekaligus Pesta Nama St. Maria Euphrasia, pendiri Kongregasi Bunda Pengasih Gembala Baik yang bertepatan pada tanggal, 24 April 2022. Dengan mengusung  tema “Bangkit, Bergerak, Semakin terlibat, dan Menjadi berkat”, Gembala Baik merayakan bersama komunitas Srikandi dan Komunitas Rose Virginie dengan menggandeng komunitas Skolastikat SCJ di Yogyakarta.

Kegiatan yang dihadiri oleh 17 ibu dari Komunitas Srikandi dan 30 anak dari Komunitas Rose Virginie ini berlangsung sangat sukacita dan penuh syukur. Kegiatan yang diawali dengan misa bersama Romo Sigit, SCJ dengan membawakan bacaan mengenai Tuhan Maharahim yang artinya yang memberikan tempat asal belas kasih, cinta, sumber kehidupan. Peserta program diajak untuk merefleksikan cinta belas kasih Allah seperti anak yang berada didalam kandungan, sebagai pusat kehidupan.

Pada Pesta Perayaan Paskah sekaligus Pesta Nama Pelindung Kongregasi Gembala Baik ini, ditujukan untuk membangun suasana dan relasi kedekatan bagi setiap keluarga peserta program Gembala Baik sekaligus mendorong komunitas yang terbuka satu sama lain dengan semangat kebersamaan. Hal ini dilakukan melalui aktifitas hiburan, permainan, dan juga kerjasama dalam mencari Telur Paskah oleh tiap keluarga.

“Setiap keluarga baik (Ibu dan Anak) bekerjasama untuk mencari maksimal 3 telur paskah dengan tujuan untuk menjalin kekompakan. Selanjutnya kegiatan sharing dimana Komunitas Srikandi dan Komunitas Rose Virginie menceritakan pengalaman mereka mengenai tema paskah melalui diskusi kelompok,” tukas Ester pendamping komunitas Rose Virginie

Kegiatan Pesta kali ini semakin meriah dengan pembagian doorprize, dan hadiah lomba bagi keluarga peserta program. Kegiatan Paskah bersama sekaligus Pesta St. Maria Euphrasia Komunitas Srikandi dan Komunitas Rose Virginie ini telah berhasil mendorong jalinan hubungan antara ibu dan anak serta saling melengkapi.

Sinode Bersama Komunitas Ibu Tunggal : Aku Kuat Karena Tuhan Dekat

Sinode Bersama Komunitas Ibu Tunggal : Aku Kuat Karena Tuhan Dekat

“Tahun ini merupakan hal yang berbeda dari tahun yang sebelumnya “. Pungkas Ibu mujinah, salah satu peserta Single Mom. Karena menurutnya ini pengalaman yang pertama diadakannya sinode bersama suster Gembala Baik Yogyakarta.

“Sinode berdasarkan asal katanya, berasal dari dua kata Yunani yaitu (Sin) yang berarti bersama dan (Hodos) yang berarti berjalan. Sinode menjadi undangan untuk berjalan bersama, saling mendengarkan, saling berdialog, berdisermen bersama, dan menegaskan sebenarnya roh kudus akan membawa kemana atau apa kehendak Tuhan bagi gereja kita saat ini”, Oleh suster Theresia Kurniawati, RGS.

Sharing Kelompok Ibu Tunggal

Minggu, 06 Maret 2022, Gembala Baik Yogyakarta bersama Komunitas Srikandi Single Mom bersinode bersama sekaligus merayakan Hari Perempuan Internasional yang dilaksanakan di biara Gembala Baik Gampingan Yogyakarta.

Sinode tahun ini yang diikuti oleh Komunitas Single Mom dengan berjumlah 17 peserta. Setiap ibu tunggal menyadari keberadaannya pada saat ini dan merefleksikan pengalaman rohani itu melalui proses kegiatan bersama Suster Theresia Kurniawati, RGS,  yaitu suster Pemimpin Komunitas dan Karya Sosial Gembala Baik Yogyakarta.

“Sinode adalah kesempatan untuk seluruh umat bisa meningkatkan kesadaran penghayatan dalam persekutuan, partisipasi dan perutusannya. Maka prosesnya itu melibatkan semua umat termasuk kelompok ibu tunggal”, ungkap  Suster Theresia Kurniawati, RGS.  

Suster Theresia Kurniawati, RGS menambahkan bahwa sinode tahun ini diharapkan Komunitas Single Mom bukan hanya sekedar menghasilkan dokumen yang diserahkan ke keuskupan namun ibu tunggal mengalami kepenuhan karena relasinya dengan Tuhan, sesama, dan gereja. Dan juga apa yang disuarakan oleh ibu tunggal dapat diterima oleh gereja dan ibu tunggal yang sedang berjuang sungguh itu dapat didengarkan.

Sinode tahun ini memberikan kesan yang baik. “Harapannya rencana-rencana program ibu tunggal dapat teralisasi dan mendapat dukungan dan dalam rengkuhan paroki sehingga ibu tungal tidak tersingkir dan di diskriminasikan oleh gereja ataupun dalam masyarakat”, ungkap Ibu Mujinah. 

Presentasi Hasil Sharing
KMK Psikologi UGM, Wujudkan Aksi Sosial di Bulan Rosario

KMK Psikologi UGM, Wujudkan Aksi Sosial di Bulan Rosario

Maria, adalah teladan sikap yang sempurna bagi pengikut Kristus. Hal ini dijadikan sebagai landasan dari terselenggaranya acara “Roses for Mary: Berbela Rasa Bersama Maria”.

Bertajuk “Roses for Mary : Berbela Rasa Bersama Maria” merupakan sebuah acara yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tanggal 30 Oktober 2021.

Acara tersebut diadakan di Gua Maria Sriningsih, Sleman dan Yayasan Gembala Baik Yogyakarta. Bentuk kegiatan merupakan pelayanan doa dan aksi sosial berupa donasi. Ujub doa disertai dengan rangkaian bunga mawar  sebagai wujud persembahan kepada Bunda Maria. Kemudian, hasil pemesanan rangkaian bunga mawar sebagai ujub doa, didonasikan untuk  program karya sosial  Gembala Baik Yogyakarta yang sering disebut Srikandi Social Services.

Srikandi Social Services mengelola tiga komunitas antara lain Asrama Karya Tasih, Komunitas Rose Virginie, dan Komunitas Srikandi. Tujuan didonasikan kepada Srikandi Social Services untuk mengamalkan nilai-nilai dari sikap Bunda Maria yang berbela rasa.

untuk mengamalkan nilai-nilai dari sikap Bunda Maria yang berbela rasa.

 “Maka dari itu, kami ingin mendonasikan ke yayasan ini, sebagai bentuk untuk turut merasakan, membantu, dan mendukung dengan sikap kepedulian terhadap perempuan dan anak yang termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan,” tegas Gregorius Primus Yubileano  atau disapa Billy selaku Ketua acara “Roses for Mary : Berbela Rasa Bersama Maria”.

Gabriela Pipit Lina selaku Program Manager dari Srikandi Social Services mengungkapkan penuh syukur dan terima kasih atas terselenggarannya acara ini. “Terima kasih sudah peduli dan bekontribusi melalui donasi ini untuk karya sosial kami. Sungguh bermanfaat,” ungkapnya.

Pipit juga menambahkan bahwa diharapkan diwaktu mendatang adanya keterlibatan baik secara personal atau organisasi KMK Fakultas Psikologi UGM  di yayasan ini. “Kami terbuka, untuk teman-teman yang ingin terlibat di  karya sosial kami,” pungkasnya.

Billy menuturkan bahwa tujuan diadakannya acara ini juga dilandasi dari semangat untuk mengajak umat Katolik menjiwai bulan Rosario. “Ini merupakan cara alternatif untuk menghaturkan ujub kepada Bunda Maria di bulan Rosario,” ujarnya.

“Sikap Bunda Maria yang mengasihi sesama, benar-benar menginspirasi KMK untuk bergerak mengasihi sesama diwujudkan dengan aksi konkrit,” tambah Billy.

Billy mengungkapkan betapa luar biasanya antusias baik dari panitia ataupun peserta yang ikut berkontribusi memeriahkan acara ini. Sikap militan dipupuk membawa berkah tersendiri bagi terselenggarannya acara ini katanya. “ Puji syukur kepada Yesus Kristus, banyak sekali yang turut menitipkan ujub doa di acara ini dengan tidak tanggung-tanggung,” ujar Billy.

Billy menambahkan bahwa dalam hal ini, KMK tidak mengambil keuntungan sepeser pun. “Kami dengan tulus hati mengadakan acara ini sehingga diharapkan kami semua  yang berpartisipasi mampu merefleksikan dan menghayati sikap seperti Bunda Maria,” pungkas Billy.

Tidak hanya itu, tutur Elisabeth Jatu Pramastuti sebagai Koor Divisi Acara juga mengatakan bahwa acara ini sangat berkesan mewakili perasaan yang berpartisipasi. “Kami semua kelabakan karena diluar dugaan yang mengikuti acara ini, tetapi kami senang,” ungkap Jatu.

Jatu juga menambahkan bahwa proses dinamika dari acara ini membawa ke sebuah pengalaman yang baru. “Banyak nilai-nilai hikmah yang bisa dipetik dari acara ini. Sungguh luar biasa,” ungkapnya. Jatu menambahkan bahwa acara ini benar penuh berkat, seakan Bunda Maria hadir melancarkan acara ini.

“ Mendapatkan relasi dan keluarga baru dengan semangat cinta kasih  benar-benar menyatu. Acara ini tidak akan terlupakan,” pungkasnya. Jatu juga menambahkan bahwasannya dengan waktu persiapan yang teramat singkat semuanya berjalan sukses.

 Akhir kata, KMK Fakultas Psikologi UGM mengungkapkan banyak terima kasih atas segala dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak  sehingga acara “Roses for Mary: Berbela Rasa Bersama Maria” mampu terselenggara dengan baik. “Harapan kedepannya, semoga terus-menerus secara konsisten mengadakan acara serupa dengan ini untuk terus mengobarkan sikap teladan Bunda Maria dalam membantu sesama,” pungkas Billy.

Oleh : Maria Fransiska Ayu

× Bagaimana Kami dapat membantu Anda